Rabu, 23 Oktober 2013

daun jatuh

matahari semakin memancarkan jingganya
sore itu di Stasiun Tugu aku bertemu dengannya tanpa disengaja.
pertemuan itu bukan rencanaku. tapi itu rencana Tuhan.
dia masih terlihat sama seperti terakhir kali ku lihat
misteri itu masih nampak di wajahnya
entah pemikat apa yang dia pakai
yang jelas, dia masih membuatku tak hentinya mengarahkan pandanganku
sejak saat itu,memori lamaku seakan terbuka kembali
...........

pagi itu kuputuskan untuk mencari tiket kereta yang bisa membawaku ke Jogja.
kebetulan aku punya cukup uang hasil kerja paruh waktuku di sela sela kuliah
maka dari itu ku putuskan untuk liburan ke jogja untuk beberapa hari.
entah mengapa jogja menjadi kota yang menarik perhatianku sejak lama.
selain karena eksotikanya,tapi ada hal lain yang membuatku ingin kesana.

keretaku tiba di jogja pukul 21.45
hari sudah cukup larut untuk seorang wanita sepertiku
namun aku belum mendapat tempat penginapan yang cocok untuk bermalam.
maka kuputuskan untuk berjalan kaki ke malioboro untuk mencari tahu penginapan di sekitar situ.
aku memutuskan untuk berhenti sejenak di pinggir jalan sambil menikmati hangatnya wedang. namun tiba tiba aku melihat ada sesosok yang sepertinya familiar di ingatanku..
ya dia Wahyu.aku sulit menyebut dia sebagai apa dalam kehidupanku.
dia pernah dekat dan sangat perhatian denganku
namun kita tidak pernah menyebut itu sebagai status hubungan seperti orang kebanyakan.
dia pernah sekelas denganku sewaktu SMA
setelah lulus,kami berpisah.
dia melanjutkan kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri di Jogja
sedangkan aku tetap melanjutkan di jakarta
sontak aku segera menghampirinya,namun enggan untuk bertemu
maka aku putuskan untuk memandanginya dari kejauhan

*kala itu,sebelum kami berpisah,dia sempat merubah sikapnya.
menjadi lebih pendiam dan tertutup
hingga pada sesaat sebelum dia pergi ke jogja,dia sempat mengirimkan pesan singkat untukku yang isinya agar aku bersedia menunggunya sampai batas waktu yang tak pasti dan memohon maaf atas segala perhatiannya selama ini.
aku sempat khawatir kalau aku salah mengartikan maksudnya
tapi seakan berlalu
daun itu sudah terbuai oleh angin,lepas dari rantingnya dan jatuh perlahan...

dia kini terlihat bahagia
sembari bercengkrama dengan teman2nya,dia selalu melepas tawa
dia sudah menemukan kebahagiaannya
biarkan dia menikmati proses mengejar mimpinya di sini..di jogja
pikirku

maka aku beranjak meneruskan jalanku mencari penginapan
mengurungkan salah satu niatku kenapa aku ke jogja..
dan melupakan tujuanku untuk bertemu dia disini...
di kota indah
jogja..



(berlanjut)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar